Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2016

Tips Hindarkan Keluarga dari DBD



KOMPAS.com- Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman. Gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus masih ampuh menyebarkan virus penyebab penyakit ini. Namun, penyakit demam berdarah bukannya tak mungkin dihindari.

Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Husein Habsyi, SKM. MHComm menyatakan, dalam mencegah gigitan nyamuk penyebab DBD adalah beberapa hal yang wajib untuk diperhatikan. " Yang penting ketahui (waktu) saat menggigit, morfologi hidup, dan selalu jaga kebersihan," katanya.

Nyamuk DBD, kata Husein, hanya menggigit pada waktu tertentu. "Jam kerja" nyamuk adalah pagi hari pukul 9-10, dan sore menjelang maghrib. Selebihnya, nyamuk cenderung berdiam di sarang. Oleh karena itu, Husein menyarankan pemakaian anti nyamuk, khususnya pada mereka yang berada di kawasan yang berisiko. Terutama pada musim pancaroba saat larva nyamuk menjadi dewasa.

CARA FOGGING YANG BAIK DAN BENAR



Fogging atau pengkabutan menjadi salah satu metode yang sering digunakan dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Pada metode ini, suatu lokasi disemprot dengan insektisida menggunakan mesin.

Fogging dalam dosis tertentu ini bertujuan memberantas nyamuk dewasa, atau yang sudah bisa terbang berpindah. Namun, metode fogging saat ini dipertanyakan efektivitasnya. Hal ini dikarenakan kasus demam berdarah yang cenderung meningkat.

Menurut peneliti dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI)  Dr. Budi Haryanto, fogging menjadi tidak efektif dalam memberantas nyamuk karena penggunannya yang keliru dan tidak tepat. Untuk mencegah kenaikan kasus dan jumlah korban DBD yang semakin meningkat, Budi berbagi tips agar upaya fogging menjadi efektif.