Minggu, 17 Agustus 2014

Minggu, 18 Mei 2014

Menghilangkan kepenatan sejenak Kota Jakarta menuju Kebun Raya Bogor



(Jakarta, 18/05/2014) Sebagian ibu-ibu Petugas Jumantik RW05 Kelurahan Pejaten Timur Pasar Minggu  Jakarta Selatan, pada hari Minggu 18 Mei 2014 bersama-sama menuju Kebun Raya Bogor, berekreasi sambil menghirup udara segar meninggalkan Kota Jakarta yang penat.  Dengan mengendari kereta api, mereka berangkat dari Stasiun Pasar Minggu Baru menuju Stasiun Bogor.

Sesampai di  Stasiun Bogor, disambung dengan mengendarai angkot sampailah di Kebun Raya Bogor yang sejuk. Tidak membuang-buang kesempatan,  merekapun langsung memasuki pintu gerbang Kebun Raya Bogor.

Setelah lelah berjalan-jalan melihat keindahan dan kesejukan Kebun Raya Bogor, mereka beristirahat sambil tak lupa menikmati panganan yang dibuat sendiri. Menjelang sore, merekapun meninggalkan Kota Bogor kembali ke Jakarta dengan perasaan senang. (rahman)

Menghilangkan kepenatan sejenak Kota Jakarta menuju Kebun Raya Bogor


























Jumat, 09 Mei 2014

Telur Nyamuk DBD Sangat Bandel, Jangan Asal Kuras Bak Mandi



 Muamaroh Husnantiya - detikHealth

Jumat, 09/05/2014 19:31 WIB



Jakarta, Salah satu upaya untuk mencegah demam berdarah ialah dengan menguras bak mandi. Nah, upaya pengurasan ini tak boleh dilakukan secara serampangan saja, misalnya hanya melakukannya saat sempat atau membuang air dari bak tanpa menggosoknya dengan benar. Mengapa tak boleh asal dilakukan?
Ini disebabkan oleh karakter telur nyamuk demam berdarah yang tergolong bandel. Telur yang biasanya dikeluarkan dalam jumlah ratusan itu rupanya dapat menempel dengan kuat pada dinding bak mandi. Oleh sebab itu saat menguras, bak mandi harus disikat dengan benar, apalagi jika telah menjumpai bintik hitam.
"Harus disikat agar telur nyamuk yang ada di sela-sela dinding bak kamar mandi juga hilang. Disikat, dibersihkan, baru kemudian diberi air baru lagi. Tandon-tandon air yang lain juga begitu," tutur dr Mafilindari Nuraini, MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Tak hanya menempel dengan kuat, telur nyamuk demam berdarah juga dapat bertahan hidup kendati berbulan-bulan tak tersentuh air. Itulah mengapa bak mandi harus rutin dikuras sembari disikat dengan frekuensi mingguan.
Linda menuturkan masyarakat di daerah yang tidak mengalami kekurangan air sebaiknya menguras bak mandi sebanyak dua kali setiap minggu.
"Untuk daerah yang tidak kurang air, seminggu bak dikuras paling tidak dua kali. Jangan hanya sesempatnya, tetapi harus rutin," terang Linda ketika berbincang dengan detikHealth, dan ditulis pada Jumat (9/5/2014).
Linda melanjutkan, penaburan larvasida untuk membunuh larva nyamuk juga dapat dilakukan jika dirasa perlu. Larvasida dapat ditaburkan setelah bak mandi dikuras dengan dosis satu sendok makan per 100 liter air untuk satu bulan.
Tak hanya kalangan rumah tangga saja yang yang harus melakukan upaya pencegahan semacam ini. Menurut Linda, upaya pemberantasan telur dan jentik nyamuk juga harus dilakukan di tempat-tempat umum seperti sekolah atau perkantoran. (vit/vit)

Sumber: http://health.detik.com/read/2014/05/09/193106/2578694/763/telur-nyamuk-dbd-sangat-bandel-jangan-asal-kuras-bak-mandi?l992205755