Rabu, 25 Maret 2015

Rabu, 18 Maret 2015

SUSUNAN PENGURUS RW 05 KELURAHAN PEJATEN TIMUR KECAMATAN PASAR MINGGU MASA BAKTI TAHUN 2015-2018


Penasehat:                                         
Bpk H.M. Nursasi (RT 004/05)
Bpk H.U. Harmawan (RT 007/05)
Bpk Gunawan, SH (RT 010/05)

Ketua:                                                 
Abdurahman (RT 007/05)
Sekretaris: Soetanto (RT 005/05)
Bendahara:  Bpk. H.M. Rodji (RT 005/05)

Bidang Pelayanan Masyarakat:         
1. Muhdas H. Yusuf (RT 003/05)
2. Bpk. Syarifudin Zakaria (RT 003/05)
3. Bpk. Supriyadi (RT 012/05)
4. Bpk. Umar Fauzi Shihab (RT 014/05)

Bidang Pendidikan Pemuda dan Olahraga:   
1. Bpk. Drs. Abdul Rosyid (RT 010/05)
2. Bpk. Usmayadi (RT 007/05)
3. Bpk. Hidayat (RT 005/05)

Bidang Pemberdayaan Wanita:         
1. Ibu Sri Werdiningsih (RT 002/05)
2. Ibu Hj. Athya (RT 002/05)
3. Ibu Siti Arifah (RT 005/05)

Bidang Agama:                                  
1. Bpk. Ust. H. Hidayatullah S.Ag (RT 007/05)
2. Bpk. Ust. Aswat Efendi (RT 005/05)
3. Ibu Ustd. Hj. Siti Mukhlishoh S.Ag. (RT 010/05)
4. Bpk. Ust. Ibrahim H. Usman (RT 002/05)

Bidang Ketertiban Umum:                 
1. Bpk. Taufik Husin (RT 007/05)
2. Bpk. Hamzah Salim (RT 007/05)
3. POKDAR RW 05

Bidang Sosial, Lingkungan dan Kesehatan:   
1. Bpk. Agus M. Raini (RT 005/05)
2. Bpk. Subardja (RT 009/05)
 3. Bpk. Usman Daud (RT 005/05)
 4. Bpk. Suherman (RT 005/05)

Senin, 23 Februari 2015

VISI DAN MISI calon Ketua RW 05

VISI
“Insya Allah,  Ke depan Lebih Baik dari Kemarin”


MISI 
  1. Meningkatkan kerjasama dengan pengurus RT, LMK, dan PKK yang ada di lingkungan RW05, serta dengan RW dan lembaga yang ada  di luar RW05
  2. Menampung aspirasi dari masyarat serta menindaklanjuti  ke tingkat berwenang bila aspirasi tersebut perlu ditindaklanjuti 
  3. Siap melaksanakan program-program yang dilontarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pemerintahan Kelurahan Pejaten Timur. (rahman)

Selasa, 27 Januari 2015

Islam, Jabatan, dan Kekuasaan



Tidak bisa dipungkiri jabatan selalu menjadi daya tarik sepanjang masa. Entah sudah berapa episode sejarah yang meninggalkan tragedi disebabkan ambisi jabatan (kekuasaan). Semua terekam dalam sejarah. Mulai dari masayarakat purba sampai masyarakat modern selalu menginginkan jabatan. Hal ini disebabkan pandangan mereka tentang jabatan dianggap sesuatu yang prestisius. 

Ambisi jabatan telah menenggelamkan Fir’aun dengan kesombongannya, yang pada puncaknya memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan. Ada pula Hitler yang gila kekuasaan dan menghalalkan genoside terhadap orang yang berada di luar rasnya. Namun, jika kita bertanya kepada mereka untuk apa berambisi kepada kekuasaan, mereka menjawab itu semua untuk kebahagiaan. Denan menduduki jabatan tersebut mereka eksis dan bisa menunjukkan aktualisasi dirinya. Selain itu, kekuasaan bagi mereka adalah alat untuk menguasai orang lain. Sarana untuk mengumpulkan kekayaan. Namun, mereka tersiksa dalam kekalutan. Saat kekuasaan mereka berakhir. 

Rabu, 21 Januari 2015

PEMIMPIN YANG DIBENCI



Oleh Bahron Ansori*

Pemimpin adalah orang yang diberikan amanah (kepercayaan) tertentu yang diharapkan dapat melaksanakan tugas kepemimpinannya sesuai dengan kedudukan dan jabatannya. Rasulullah saw, pernah mengingatkan, bahwa pemimpin suatu kelompok adalah pelayan kelompok tersebut. Oleh karena itu seorang pemimpin hendaklah melayani dan menolong orang yang dipimpin untuk mencapai kemajuan, kesejahteraan umat dan keselamatan dunia akhir.

Namun demikian, ternyata banyak pula pemimpin yang gagal dalam kepemimpinannya. Hal ini dapat kita lihat dalam sejarah kepemimpinan di masyarakat dari masa ke masa. Banyak pemimpin yang dipaksa atau terpaksa mundur dari jabatannya sebelum habis masanya. Banyak pula pemimpin yang dibenci rakyatnya sehingga mereka dijatuhkan dan diadili oleh rakyatnya sendiri, malah ada yang dipenjara, dibunuh dan sebagainya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Di antaranya:

Adab Membaca Al-Quran



Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf

Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan



Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA

Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah dan sesuai Sunnah Nabi -shallallahu’alaihi wasallam- bukan berarti ujian, cobaan, dan musibah tidak akan menimpa. Jika sudah demikian, lalu ujian musibah menimpa, maka tetaplah teguh, dan berbaik-sangkalah kepada Allah. Ingat selalu firman-Nya:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, ‘kami telah beriman’ TANPA diuji?! Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah benar-benar tahu orang-orang yang tulus dan orang-orang yang dusta“. (QS. Al-Ankabut: 2-3).